Buku

cover_lpslama_2.jpg

_Tittle: Perlindungan Dana Nasabah Bank: Suatu Pemikiran Tentang Pendirian Llembaga Simpanan Di Indonesia_Author: Zulkarnain Sitompul

Buku ini semula adalah suatu disertasi dengan judul “Perlindungan Dana Nasabah Bank: Pemikiran Tentang Pendirian Lembaga Penjamin Simpanan di Indonesia” yang penelitian dan penulisannya dilakukan oleh Dr. Zulkarnain Sitompul, S.H., LL.M di bawah bimbingan saya selaku Promotor dan Prof. Hikmahanto Yuwana, S.H., LL.M., Ph.D selaku Ko-Promotor. Disertasi itu telah berhasil dipertahankan pada hari Sabtu, tanggal 14 September 2002 di hadapan Tim Penguji yang terdiri dari: Prof. Dr. Sutam Remy Sjahdeini, S.H. (Promotor); Prof. Hikmahanto Yuwana, S.H., LL.M., Ph.D (Ko-Promotor); Prof. Dr. Koesnadi Hardjasoemantri, S.H., M.L. (Anggota); Prof. Dr. Mariam Darus Badrulzaman, S.H. (Anggota); Prof. Erman Rajagukguk, S.H. LL.M., Ph.D (Anggota); Prof. Dr. Heru Soepraptomo, S.H., S.E. (Anggota); A. Sofyan Djalil, S.H., M.A., MALD, Ph.D (Anggota).

Pada tanggal 1 Nopember 1997 sebanyak 16 bank yang tidak sehat dilikuidasi oleh pemerintah karena bank-bank tersebut mengalami kesulitan yang membahayakan kelangsungan usahanya dan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mengatasi kesehatan bank-bank tersebut tidak mempan, bahkan keadaan bank-bank tersebut sudah menjadi sedemikian rupa sehingga dapat membahayakan sistem perbankan. Semula ada lebih banyak bank lagi yang akan dilikuidasi, tetapi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu kemudian diputuskan hanya 16 bank itu saja yang dilikuidasi. Tindakan pemerintah tersebut dilakukan atas desakan IMF berdasarkan pertimbangan, bahwa dengan melikuidasi bank-bank yang tidak sehat itu maka kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, yang sudah sangat terpuruk pada waktu itu, akan dapat dipulihkan kembali. Ternyata yang terjadi adalah sebaliknya. Kepercayaan masyarakat terhadap perbankan justru makin terpuruk. Masyarakat menjadi panik akibat likuidasi itu karena masyarakat merasa khawatir akan terjadi likuidasi gelombang berikutnya. Kepanikan masyarakat tersebut timbul karena setelah likuidasi itu ternyata dana masyarakat yang disimpan di bank-bank tersebut tidak jelas nasib pengembaliannya.

Bank adalah suatu lembaga yang hidupnya sangat tergantung dari dana masyarakat yang disimpan pada bank. Agar nasabah bersedia menyimpan dananya pada bank yang bersangkutan, nasabah harus memiliki kepercayaan bahwa bank tersebut mau dan mampu membayar kembali dana yang disimpan pada bank tersebut pada waktu dana itu ditagih oleh nasabah penyimpan dana. Sehubungan dengan kenyataan bahwa para nasabah penyimpan dana dari 16 bank yang dilikuidasi pada tanggal 1 Nopember 1997 itu tidak dapat memperoleh kembali dananya ketika bank-bank itu diputuskan dilikuidasi oleh pemerintah, maka hancurlah kepercayaan masyarakat terhadap bank-bank yang pada waktu itu memang sudah berada di tingkat yang sangat rendah. Hancurnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan ditandai dengan terjadinya rush atau bank run dimana masyarakat beramai-ramai menarik dana-dana simpanannya dari bank-bank yang belum dilikuidasi terutama bank-bank swasta nasional. Untuk mengatasi agar kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tidak makin hancur, bahkan diharapkan kepercayaan masyarakat itu meningkat dan pulih kembali, maka pemerintah telah mengeluarkan KEPPRES No. 26 Tahun 1998 tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum. Dengan KEPPRES itu pemerintah menjamin semua kewajiban pembayaran bank umum, bukan hanya kewajiban membayar kepada para nasabah penyimpan saja, tetapi juga kepada kreditur lain dari bank itu.

Lahirnya KEPPRES ini terkesan sebagai tindakan pemerintah karena kepanikan. KEPPRES tersebut menjamin bukan saja praktis menjamin semua kewajiban membayar bank umum kepada setiap krediturnya, tetapi juga tidak membatasi jumlah kewajiban yang dijamin. The sky is the limit atau langit adalah batasnya. Dengan demikian, berapa pun juga jumlah kewajiban pembayaran dari bank umum yang gagal karena alasan apapun, antara lain karena alasan bank tersebut dilikuidasi, akan dijamin oleh pemerintah. KEPPRES tersebut dimaksudkan sebagai tindakan darurat dalam menghadapi krisis. Skim perlindungan terhadap nasabah penyimpan berdasarkan KEPPRES tersebut tidak lain dimaksudkan sebagai skim perlindungan terhadap nasabah penyimpan berdasarkan KEPPRES tersebut tidak dimaksudkan sebagai skim yang permanen. Setelah keadaan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan membaik, perlu dibentuk skim lain mengenai perlindungan nasabah penyimpan. Pertimbangan dan maksud untuk membentuk skim lain perlindungan nasabah penyimpan yang akan menggantikan skim KEPPRES No. 26 Tahun 1998 itu telah diamanatkan oleh Pasal 37 A Undang-Undang No. 10 Tahun 1998. Dalam pasal tersebut ditentukan bahwa setiap bank wajib menjamin dana masyarakat yang disimpan pada bank yang bersangkutan. Ditentukan lebih lanjut dalam pasal tersebut bahwa untuk menjamin simpanan masyarakat tersebut akan dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan.

Dalam rangka pembentukan Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana dimaksud dalam pasal tersebut, pada saat ini sedang disusun suatu rancangan undang-undang tentang lembaga tersebut oleh Departemen Keuangan.Disertasi Sdr. Dr. Zulkarnain Sitompul, S.H., LL.M telah ditulis dalam rangka menyambut lahirnya undang-undang ini. Disertasi tersebut telah ditulis dengan menggunakan referensi pustaka yang sangat luas dan dilakukan pula dengan menggali pengalaman negara-negara lain berkenaan dengan implementasi skim perlindungan nasabah penyimpan dana. Disertasi ini telah ditulis secara komprehensif dengan mengemukakan berbagai model skim penjamin dana masyarakat dari berbagai negara. Disajikan pula sebagaimana dapat dibaca dari buku ini, apa kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan dari berbagai model/memperbandingkan berbagai macam model, seperti model Amerika Serikat, yaitu model yang dikenal dengan Deposit Insurance Scheme yang diselenggarakan oleh Federal Deposit Insurance Corporatin atau FDIC yang didirikan dengan Banking  Act of 1933. Model Amerika Serikat ini pula yang kemudian banyak diadopsi oleh negara-negara yang menerapkan skim penjaminan simpanan. Pengalaman negara-negara lain mengenai berbagai model skim perlindungan itu diharapkan dapat menjadi masukan yang sangat berharga bagi perancang undang-undang yang sedang disusun oleh Pemerintah Indonesia. Dengan demikian diharapkan Indonesia tidak salah memilih model skim yang akan diberlakukan di Indonesia.

Diharapkan dengan hasil penelitian Sdr. Dr. Zulkarnain Sitompul, S.H., LL.M yang dituangkan dalam disertasinya dapat menjadi bahan bagi perancang undang-undang Lembaga Penjamin Simpanan dalam memilih skim penjamin simpanan yang paling sesuai untuk Indonesia dan menjadi bahan masukan dalam menyusun RUU tersebut. Dengan demikian disertasi Sdr. Dr. Zulkarnain Sitompul, S.H., LL.M bukan saja sangat bermanfaat dilihat dari segi kepentingan nasional, tetapi juga sangat mendesak dan memiliki tingkat prioritas yang tinggi.

Semoga pemikiran-pemikiran yang ditulis dalam buku ini bukan saja akan sangat bermanfaat sebagai bahan masukan dalam rangka penyusunan undang-undang tentang skim perlindungan dana masyarakat yang disimpan pada bank dan dalam rangka pembentukan Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 37 B Undang-Undang Perbakan, tetapi diharapkan pula buku ini akan memperkaya khasanah pustaka mengenai hukum perbankan yang ditulis dalam bahasa Indonesia yang pada saat ini masih sangat sedikit jumlahnya (Dikutip dari KATA PENGANTAR  Prof. Dr. Sutan Remy Sjahdeini, SH dalam buku ini).***

 

 cover_buku_lps_2007.jpg

_Tittle: Lembaga Penjamin Simpanan: Substansi dan Pemasalahan_Author: Zulkarnain Sitompul 

Buku yang membahas substansi dan permasalahan sistem penjaminan simpanan (deposit protection system) ini cukup penting karena memuat informasi yang cukup luas dan mendalam mengenai sistem penjaminan simpanan nasabah bank, terlebih-lebih setelah didirikannya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Indonesia.

Sebagaimana diketahui bahwa dalam sistem perekonomian nasional, industri perbankan merupakan salah satu komponen yang sangat penting untuk memajukan dan mengembangkan ekonomi Indonesia. Oleh sebab itulah stabilitas industri perbankan perlu dijaga dan dipelihara karena industri perbankan pada dasarnya sangat mempengaruhi stabilitas perekonomian secara keseluruhan, sebagaimana pengalaman yang pernah terjadi pada saat krisis moneter dan perbankan di Indonesia pada tahun 1998.

Kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional merupakan pilar penting dalam memelihara dan menjaga stabilitas industri perbankan. Kepercayaan masyarakat ini dapat diperoleh dengan adanya kepastian hukum dalam pengaturan dan pengawasan bank serta penjaminan simpanan nasabah bank, sehingga bank yang sehat dapat diwujudkan. Kelangsungan usaha bank yang sehat dapat menjamin keamanan simpanan para nasabahnya serta meningkatkan peran bank sebagai penyedia dana pembangunan dan peningkatan pelayanan jasa perbankan itu sendiri. Apabila suatu bank kehilangan kepercayaan dari masyarakat, maka kelangsungan usaha bank tersebut menjadi terganggu dan izin usahanya bisa dicabut karena bank tersebut telah menjadi “Bank Gagal”. Oleh sebab itulah, baik pemilik dan pengelola bank maupun berbagai otoritas yang terlibat dalam pengaturan dan pengawsan bank, harus bekerjasama dan memiliki komitmen yang kuat dalam upaya memelihara dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi industri perbankan.

Dengan diundangkannya Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan dan didirikannya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai amanat Undang-undang tersebut diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan dan meminimumkan risiko yang membebani anggaran negara atau risiko yang menimbulkan moral hazard. Sesuai dengan fungsinya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diharapkan dapat menjamin simpanan nasabah bank dan melakukan penyelesaian atau penanganan “Bank Gagal” dengan sebaik-baiknya. Akhir kata, semoga buku ini memberikan manfaat (dikutip dari SEKAPUR SIRIH Penerbit buku ini Books Terracy & Library, 2006).

 

buku-insider-trading.jpg

_Tittle: Insider Trading: Kejahatan Di Pasar Modal_Author: Asril Sitompul, Zulkarnain Sitompul dan Bismar Nasution

Meskipun kita di Indonesia menganut sistem hukum yang berbeda dengan negara lain, namun tidak ada salahnya mempelajari kasus-kasus insider trading yang terjadi di negara lain sebagai perbandingan dan juga untuk menambah pengetahuan serta pemahaman dalam penanganan kasus insider trading dan kasus pelanggaran aturan main di  pasar modal. Misalnya, seperti perkara Securities and Exchange Commission v. W. J. Howey Co., 328 U.S. 293 (1946), atau yang dikenal dengan Kasus Howey.

Meskipun kasus Howey bukan merupakan kasus insider trading, namun sangat baik untuk dipelajari karena kasus ini selalu menjadi acuan bagi para hakim dan pengacara dalam setiap kasus yang menyangkut kejahatan di bidang sekuritas dan pasar modal. Kasus ini biasanya digunakan sebagai test untuk mengetahui apakah telah terjadi suatu pelanggaran, atau kejahatan menyangkut pasar modal atau merupakan pelanggaran atau kejahatan biasa. Test ini  populer dengan sebutan Howey Test.

Kasus ini sangat penting dipelajari mengingat belakangan ini telah marak adanya tawaran investasi dari berbagai perusahaan yang menyatakan bahwa mereka sedang mengembangkan pertanian berbagai jenis tanaman dan mengundang investor untuk menanamkan modalnya dengan membeli penyertaan dalam investasi tersebut. Hal seperti masih luput dari jangkauan otoritas Pasar Modal Indonesia meskipun telah ada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995. Kejadian bangkrutnya PT. Qurnia Subur Alam Raya (PT QSAR) pada bulan Agustus 2002, suatu perusahaan yang menawarkan investasi dalam usaha pertanian kepada masyarakat di Indonesia, hendaknya menjadi pelajaran bagi masyarakat maupun pemerintah untuk lebih berhati-hati dan tetap meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan yang menghimpun dan mengerahkan dana masyarakat, agar masyarakat tidak tertipu oleh berbagai skim penipuan yang berkedok investasi (dikutip dari SEKAPUR SIRIH Penerbit buku ini Books Terracy & Library, 2006).

 

cover-problematika-perbankan.jpg

_Tittle: Problematika Perbankan_Author: Zulkarnain Sitompul 

Penyebab yang paling populer dari kegagalan bank adalah karena kelalaian pengurus bank, serta praktik penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh pengurusnya sendiri karena sangat sulit untuk mendeteksinya. Hal ini dapat dilihat dari praktik perbankan Indonesia dengan besarnya kredit yang disalurkan kepada kelompok usahanya sendiri tanpa menyediakan jaminan yang memadai. Di Amerika Serikat, pemberian kredit yang tidak dijamin secara cukup dikategorikan sebagai penipuan. Fred Galves ada mengemukakan bahwa “the best way to rob a bank is to own one“. Oleh sebab itulah diperlukan suatu metode pengawasan dan pemeriksaan yang spesifik untuk mencegah dan memberantas kejahatan perbankan.

Pengawasan eksternal dilakukan oleh regulator (Bank Indonesia) meliputi 4 kewenangan. Pertama, kemungkinan adanya celah (fitfall) pada regulasi. Kedua, mengkaji metode pemeriksaan (audit) untuk diterapkan oleh Badan Pengawas. Ketiga, mekanisme pemberian ijin dan pencabutan ijin usaha bank. Keempat, efektifitas penjatuhan sanksi. Sedangkan pengawasan internal dilakukan oleh manajemen bank dengan menerapkan good corporate governance dan prinsip Know Your Employee. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah pengawasan oleh masyarakat meliputi penerapan prinsip keterbukaan. Demikian sebagian isi buku yang cukup penting ini.

Meskipun buku ini merupakan “kumpulan tulisan” akan tetapi karena di dalam pembahasannya menggunakan pendekatan inter disipliner, sehingga secara komprehensif mampu menyajikan suatu deskripsi yang utuh dan analisis yang tajam tentang masalah-masalah krusial dan aktual yang dihadapi industri perbankan dari dahulu hingga sekarang, dan disertai pula dengan alternatif solusinya.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, buku ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi pengembangan dan kemajuan industri perbankan, khususnya di Tanah Air (dikutip dari SEKAPUR SIRIH penerbit buku ini, Books Terracy & Library, 2005).

15 Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

  1. bukunya bisa didapat dikota yogyakarta gak???
    apakah ada kemungkinan perlindungan hukum nasabah peyimpan di Indonesia bisa berjalan secara maksimal

  2. Tinjauan hukum Islam terhadap lembaga penjamin simpanan, dana nasabah di bank syariah

  3. salam, pak zul, kami udah nyari buku problematika perbankan, di seluruh toko buku di semarang, kok tidak ada stock, bagaimana cara kami mendapatkan buku bapak tersebut, karena kami sangat membutuhkan,mohon balas segera via email, terima kasih

  4. Mohon dihubungi penerbit Books Terrace & Library
    Komplek Metro Trade Center Blok B No.21
    Jalan Soekarno-Hatta Bandung 40286
    Telp/Fax. 62-22-753755

  5. Pak Zul, saya sudah mencari Buku Problematika Perbankan hampir ke seluruh toko buku di Jakarta tetapi tidak ada. Tarakhir katanya di Toko Buku Magister Hukum UI, Salemba, ternyata habis juga.

    Saran saya karena buku Bapak banyak yang cari termasuk teman-teman dari daerah, sebaiknya penerbitnya yang punya jaringan luas seperti Gramedia, Alumni, Rajawali dan lainnya.

  6. pak,mohon informasi ke email saya,dmn saya dapat mendapatkan buku bapak tentang problematika perbankan dan perlindungan dana nasabah bank di yogyakarta.terimakasih atas infonya.

  7. buat kopral, tanya aj ma pak zulkarnain……… judul kamu bagus ini dari komandan Ini perintah pral !!!!!!ha-5
    Thank buat papernya pak zulkarnain………

  8. maju terus Bang. Kira2 buku tersebut boleh diresensi gak?

  9. Klo Peraturan-peraturan membuat Tabungan, Tata cara, Perizinan, dan hal-hal yang berhubungan Produk Tabungan (Simpanan Dana) itu nyarinya dimana ya…? Tolong dibantu ya…!

  10. Pa, mohon informasi untuk bisa dptkan buku bpk mengenai Perlindungan Dana nasabah bank: pemikiran tentang pendirian LPS di Bandra Lampung. Thanks

  11. Pak. Dimana saya bisa mendapatkan buku-buku bapak terutamat yang membahas tentang LPS. Saya sangat membutuhkan nya untuk pembuatan skripsi saya. Mohon informasi nya ya pak, ke email saya. Terima kasih

  12. Buku-buku Bapak membuat saya keringatan teruss…karena susahh amat dicari..hiks..hikss…!!

  13. Pak, saya sdh pnya buku2 bpk yg ttg LPS
    tp saya masih membutuhkn buku lain lg yg terkait ttg LPS
    tlg bantuan dari bpk.
    krn di Medan tdk ada
    saya mahasiswanya Pak Bismar Nasuition
    thx Pak

  14. Pak Zul, dimana saya bisa mendapatkan buku; Insider Trading: Kejahatan Di Pasar Modal. sy amat membutuhkannya sebagai referensi skripsi saya. tks.

  15. Terima kasih banyak atas info dibloknya Pak…, sangat membantu saya dalam mencari tambahan informasi tentang perbankan di indonesia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: